Prores RUU Pornografi
MEREKA berkumpul di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Datang dari berbagai penjuru kota Solo, puluhan seniman dan budayawan kota Bengawan itu, Sabtu pekan, datang dengan tekad yang sama: menolak Rancangan Undang-Undang Pornografi yang kini memasuki tahap akhir pembahasan di DPR. (more…)
Salah Tangkap di Jombang
KENANGAN setahun silam itu sulit dilupakan Siti Rohana. Saat itu, sudah sepekan perempuan 38 tahun ini bolak balik dari rumahnya di Dusun Ngemplak, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bandar Kedungmulya, yang berjarak sekitar delapan kilometer. Hanya satu yang ia inginkan, yakni, bisa menengok anaknya, Devid Eko Priyanto, 19 tahun, yang ditahan di sana. (more…)
20 Tahun untuk Urip
BUKU bersampul hitam itu tak pernah lepas dari tangan Jaksa Urip Tri Gunawan. Kamis pekan lalu, selama sekitar satu jam saat menanti sidangnya, pria 44 ini terus asyik dengan bukunya. Pria bertubuh besar itu seperti tak terusik dengan jepretan kamera yang terus menerus mengambil gambarnya. Di buku inilah mantan Ketua Penyelidik Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia itu menulis sejumlah catatan yang berkaitan dengan persidangan kasusnya. (more…)
Ginandjar Kartasasmita dan Kasus Balongan
KABAR bahagia itu datang dari Gedung Bundar untuk Ginandjar Kartasasmita. Penyampainya: Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Marwan Effendy. Kepada wartawan, Marwan menyatakan kasus dugaan korupsi proyek Export Oriented Refinery (Exor) I Pertamina, Balongan tak bisa diteruskan. “Karena sudah kadaluwarsa,” kata jaksa yang baru lima bulan duduk di kursi “jampidus” tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi? (more…)
Opini: Hukuman Artalyta Kok Ringan
HUKUMAN penjara lima tahun untuk Artalyta Suryani benar-benar tidak sesuai perilaku kejahatan yang dilakukannya. Vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap terdakwa penyuap jaksa Urip Tri Gunawan jelas sangat ringan dibanding pelanggaran hukum yang dilakukannya. Hukuman yang “hanya” lima tahun itu, selain bisa jadi tak menjerakan pelakunya, juga tidak memberi efek rasa takut bagi siapa pun yang akan melakukan perbuatan serupa. Jika ini terus terjadi, maka upaya pemberantasan korupsi, kejahatan yang sudah berukar akar di negeri ini, jelas akan sia-sia. (more…)
Opini: Ryan dari Jombang
Oleh: LR. Baskoro
Para komunitas homoseksial langsung bereaksi ketika media menghubungkan serentetan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan (Verry Idhan Henyaksyah) dengan orientasi Ryan sebagai homoseksual.
Hal yang wajar memang. Media selalu berupaya menonjolkan sesuatu yang menarik di balik sebuah peristiwa. Dan Ryan yang homoseksual adalah kenyataan yang “seksi” untuk diberitakan. Kendati, sampai sekarang, kita belum mendengar pengakuan Ryan sendiri: “Saya memang seorang homoseksual, kok. Posisiku biasa sebagai buttom (perempuan),” misalnya. (more…)
David Tertangkap di Hong Kong
DAVID NUSA WIJAYA GELISAH. Berkali-kali ia mengusap wajahnya. Dua jam sudah ia mendekam di ruang Imigrasi Bandara Internasional Hong Kong, berhadapan dengan sejumlah petugas imigrasi yang memborbardirnya dengan beragam pertanyaan. Seorang petugas, dengan lantang menyebutkan statusnya: masuk dpo (daftar pencarian orang) alias buron saat, ia bertanya, “Apa salah saya?” (more…)
David Nusa Dua di Hong Kong
KASUS kepergian David Nusa Wijaya ke Hong Kong tidak boleh dibiarkan begitu saja berlalu. Walau terpidana kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) itu telah pulang ke tanah air dan kembali ditahan, mereka yang terlibat “meloloskan” David harus diberi sanksi. Kasus David, selain mempertontonkan tidak profesionalnya penegak hukum kita, sekaligus memperlihatkan mereka tak memiliki kepekaan dengan apa yang disebut “rasa keadilan masyarakat.” (more…)
Cara Narkoba Masuk ke Penjara
INILAH berbagai cara narkoba masuk ke penjara-penjara di Indonesia. Saya memerlukan sekitar tiga bulan untuk melakukan reportase dan mewawancarai berbagai sumber -sebagian tak mau disebutkan namanya- termasuk selama beberapa jam “membuntuti” penyuluh HIV spesial untuk para napi, Baby Jim Aditya, menemui “anak-anaknya” di penjara Salemba. Reportase ini memberi hikmah lain, membuat saya jadi akrab dengan sejumlah kalapas (kepala lembaga pemasyarakatan), yang menurut saya kini lebih terbuka ketimbang, setidaknya, lima tahun lalu.
*
PRIA itu datang di siang hari menjelang jam makan. Barisan antrean pembesuk tampak panjang. Di depan petugas pria itu menyodorkan lima bungkus nasi yang dibawanya. ”Tolong Pak, ini untuk teman saya,” ujarnya menyebut sebuah nama seorang tahanan berikut bloknya. Lalu, dengan tergesa-gesa pria bersandal itu pergi.
Hal yang biasa seorang tahanan mendapat kiriman makanan di penjara mana pun. Tapi, seperti biasanya, sebelum memanggil tahanan mendapat titipan itu, para sipir memeriksa sejenak isi makanan itu. Tak ada yang mencurigakan: nasi putih, lauk ayam goreng, dan sambal. Tapi, saat diaduk beberapa kali, sesuatu yang aneh terlihat. ”Ternyata nasi itu dicampur sabu-sabu,” ujar Kepala Rumah Tahanan Salemba, Bambang Sumardiono. Dan jumlah Sabu-sabu yang gagal masuk penjara itu cukup besar. ”Nilainya lebih dari Rp 200 juta rupiah,” kata Bambang. ”Ini benar-benar nekad.” (more…)
Ke Bali dengan Murah dan Efektif
JANJI saya membawa anak-anak dan isteri ke Bali akhirnya kesampaian juga. Setelah hampir setahun ditagih-tagih ke dua anak saya, akhirnya kami berlima, saya, istri dan tiga anak saya pergi ke Denpasar pada akhir Desember 2007. Ini perjalan saya dan istri kedua. Pertama, kami ke Pulau Dewata ini pada 1995, sekitar dua minggu setelah perkawinan. Ya, perjalanan berbulan madu. Jadi, anggap saja sekarang napak tilas, sekaligus mengunjungi tempat-tempat yang dulu, sepuluah tahun silam lebih itu, belum pernah kami datangi berdua.
Berangkat di akhir tahun ini jauh dari efektif sebenarnya. Ini akhir tahun dan siapa pun tahu hotel-hotel di Bali sudah dipesan jauh hari oleh para turis asing. Tapi, apa boleh buat, demikian waktu cuti yang bisa saya dapat: akhir tahun. Yang Penting Murah, Ramai, dan Lengkap (more…)
Recent Comments