Pemandian Air Belerang Sangkanurip Kuningan

Pemandian air belerang Sangkanurip sudah masuk daftar tempat wajib saya kunjungi ke Kuningan liburan natal 23-25 Desember 2012 kemarin. Teman saya, Defan Purnama, wartawan Majalah Tempo yang kini tinggal di Kuningan dan memiliki pabrik minuman Jeniper  (Jeruk Nipis Peras), sudah memesankan kamar untuk saya di Hotel Sangkan Indah, Kuningan. Ke sinilah saya, setelah sebelumnya, melongok rumah bersejarah, tempat ditandatanganinya Perjanjian Linggar Jati di Desa Linggajati yang juga berada di Kuningan ini.

Linggajati –demikian namanya-  memang tak jauh dari Desa Sangkanurip. Paling lama, waktu tempuhnya,  setengah jam dari Linggajati. Bahkan kalau jalan lancar, mungkin kurang. Karena itulah, sebaiknya, sebelum ke Sangkanurip, mampir dulu ke Linggarjati. Jika dari Cirebon Linggarjati di sebelah kanan, maka Desa Sangkanurip terletak di sebelah kiri. Dari jalan raya sekitar 600 meteran.

Mampir ke Linggarjati jelas bagian dari  wisata sejarah. Masuk ke rumah bersejarah itu hanya perlu membayar Rp 2.000.  Di dalam rumah itu terpajang puluhan foto bersejarah saat-saat penandatanganan Perjanjian penting yang dari Indonesia  saat itu diwakili Perdana Menteri  Sutan Syahrir. Rumah, yang dulunya milik seorang pegawai Belanda dan dipersembahkan untuk istrinya tersebut memiliki halaman luas. Masih ada piano tua peninggalan sang pemilik rumah yang diletakkan di ruang tamu, tempat perjanjian itu ditandatangani.

Ada pun Sangkanurip  merupakan tempat wisata air panas belerang. Ini salah satu tempat wisata terkenal di  Kuningan. Air  Sangkanurip  (Sangkanurip artinya  “awal mula kehidupan” ) dipercaya sebagai tempat di mana air belerangnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Air belerang itu hangat dan sangat terasa bau belerangnya di antara pukul  22.00- 02.00. Karena itu, ada yang menasehati, kalau mau tokcer,  jika berendam pada jam-jam segitu.

Pemandiang Sangkan Urip (L.R. Baskoro)

Pemandian Sangkanurip (L.R. Baskoro)

Banyak penginapan di Desa Sangkanurip ini. Dari hotel berbintang, hingga penginapan biasa. Tarif kamar hotel saya, Sangkan Indah, permalam Rp 380.000.  Di dalamnya ada bathup dan letaknya menghadap tiga kolam renang. Dua kecil yang masing-masing berisi air panas belerang dan satu ukuran besar berisi air biasa untuk berenang. Cukup indah pemandangan dari kamar. Pagi hari mendapat sarapan nasi goreng untuk dua orang.

Ada pun hotel lain, yang juga ada di sana, antara lain, Hotel Cemerlang dan Mata Air Hotel. Ini kelasnya di bawah Sangkanurip Indah. Tarifnya  berkisar antara Rp 160 ribu sampai Rp 360 ribu.

Pusat dari Sangkanurip ini  memang sumbar mata air belerang yang menjelma menjadi pemandian alam dan kemudian disulap menjadi “Pemandian Sangkanurip.”  Di sinilah paling besar, konon, sumber mata air belerangnya. Di sana ada kolam renang (dengan air biasa) dan kolam air belerang untuk berendam mereka yang ingin  meraup kasiatnya. Apa kasiatnya? Konon untuk menyembuhkan penyakit tulang, pusing, migran  dsb. Ada pun saya, merasa air itu membuat badan segar.

Pemandian ini bukan 24 jam. Bagi mereka yang menginginkan privacy, pengelola juga menyediakan kamar-kamar khusus untuk berendam air belerang. Ada kamar utama dan kamar eksklusif.  Kamar utama  tarifnya Rp 10 ribu dan eksklusif  Rp 30 ribu per jam. Saya sempat melongok. Yang disebut eksklusif  tak lain  karena tempat berendamnya dari bathup. Ada pun yang utama, dari bak semen biasa. Tapi kesan saya, tetap saja tak bersih. Rasanya mendingan saya berendam di air belerang di bathup hotel.  Menurut saya, kalau saja ruang utama atau eksklusif itu ditata lebih bersih, nyaman, dan interior bagus, akan lebih menarik.

Ruang kamar mandi Eksklusif Sangkanurip, Kuningan (L.R. Baskoro)

Ruang kamar mandi Eksklusif Sangkanurip, Kuningan (L.R. Baskoro)

Saya sempat membayangkan kalau ruang mandi ini bisa disalahgunakan . Tapi, ternyata, pengelola sudah mengantisipasi dengan memasang pengumuman hanya suami istri yang boleh mandi berdua-duaan.

Pemandian Sangkanurip, Kuningan (L.R. Baskoro)

Pemandian Sangkanurip, Kuningan (L.R. Baskoro)

Masuk ke pemandian ini tidak mahal. Dewasa Rp 8.000 dan anak-anak Rp 7.000. Di dalamnya ada fasilitas untuk prosotan anak-anak. Pengelola memang membuat khusus kolam untuk anak-anak, jenis kelompok yang paling mendominasi pemandian ini di waktu libur.

Pemandian Sangkanurip, karena mungkin murah, sangat ramai jika hari libur. Karena itulah, menurut saya, jika ingin menikmatinya, lebih baik datang di pagi hari (pukul 7 pagi atau malam).  Tapi, saya merekomendasikan, mending menikmati air panas itu dari hotel saja. Hotel yang menyediakan kolam pemandian air belerang.

One thought on “Pemandian Air Belerang Sangkanurip Kuningan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s