Gedung Tempo, Gedung Impian

IMPIAN karyawan Tempo memiliki gedung yang bisa menampung semua unit di grup Tempo sepertinya segera terwujud. Kalau tak ada aral melintang, demikian kata para direksi, akhir tahun ini gedung Tempo yang terdiri dari delapan lantai sudah bisa ditempati. Gedung yang dibuat sesuai  impian para karyawan Tempo, yakni  nyaman untuk bekerja, bisa untuk olahraga, bisa untuk bersantai, berkaraoke, dan mengusung semangat “gedung hijau.”  Perkantoran ramah lingkungan.

Memang, banyak yang tak menyangka jika grup Tempo, khususnya  Majalah Tempo, ternyata tak  memiliki gedung kantor yang megah. Selama ini banyak yang mengira Tempo berkantor di sebuah kompleks perkantoran di gedung tinggi, kompleks yang luas, dan canggih. Ya, namanya Majalah Berita terkenal….

Tapi, faktanya memang demikian…..kami tak memiliki kantor yang besar. Unit-unit Tempo terpisah-pisah. Bagian redaksi di Kebayoran Baru, bagian iklan dan SDM di gedung lain yang letaknya berkilo-kilometer dari redaksi.

Selama ini kantor Tempo memang di ruko –rumah toko.  Dulu sekitar 1995, Majalah Tempo memang berkantor di sebuah gedung di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Gedung yang megah. Saya pernah ke sana, beberapa kali. Untuk masuk, tak bisa sembarangan.  Ada kartu khusus yang mesti didekatkan di sebuah pemindai. Kalau sekarang sih, siapa saja bisa masuk.

Setelah Majalah Tempo dibredel, lalu terbit lagi, kantor Majalah Tempo menempati sebuah  gedung –yang dulu konon juga untuk ruko-   di Jalan Proklamasi 72 Jakarta Pusat. Ada pun korannya, Koran Tempo, menempati ruko di kompleks perkantoran Kebayoran Centre,  bekas kantor Majalah Forum  -kantor saya dulu sebelum pindah ke Tempo.  Karena gedung di Jalan Proklamasi bermasalah dalam struktur bangunannya, maka semua  karyawan diperintahkan untuk “bedol kantor,” pindah ke Kebayoran Centre, bergabung dengan Koran Tempo.

Nah, kembali ke Kebayoran ini, saya ketemu dengan banyak, terutama, para penjual, tukang parkir, satpam,  yang dulu saya kenal saat masih di Forum. “Sudah ditakdirkan mungkin kamu berkantor di sini,” kata seorang teman begitu tahu  saya  berkantor (lagi) di Velbak –ini nama daerah itu, daerah perkantoran lama saya itu.

Kembali ke soal gedung Tempo. Ceritanya, sejak beberapa tahun lalu Direksi bertekad membangun “Gedung Tempo.”   Berkonsep green building dan di dalamnya ada  semacam ruang khusus untuk kantor berita, newsroom, yang akan menyuplai berita untuk  produk Tempo, yakni Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co, Tempo edisi bahasa Inggris,  dan lain sebagainya.

Kantor baru ini dibanguan di daeral Palmerah, dekat Gedung Kompas serta satu jalan dengan beberapa penerbitan lain, yang salah satunya, jika tak salah, Jakarta Post. Gedung ini dirancang delapan tingkat.

tempo4

Beberapa waktu lalu ada “upacara topping off” gedung ini. Sejumlah teman menerjemahkan ungkapan ini dengan”unggah atap.” Mungkin juga tak terlalu tepat. Bukankah unggah artinya “menaikkan?” padahal ini kan lebih pada “menutup?”

Kami ramai-ramai ke sana.  Kendati belum jadi, tapi secara bentuk gedung Tempo ini sudah terlihat, juga ruang-ruang atau lantai-lantainya, fungsi-fungsinya.

tempo2

Salah satu yang menarik ya  ruang newsroom itu. Menempati khusus satu lantai,  semua des/kompartemen berada di lantai yang sama. Pada ruang di tengah akan diletakkan meja besar, tempat para redaktur melakukan rapat, melakukan perencanaan, atau mengambil putusan cepat atas sebuah peristiwa. Inilah yang disebut “Ruang Kendali Berita.”

Rencana Ruang Newsroom

Rencana Ruang Newsroom

Ini impian lama kami. Ini pula yang disebut sistem  konvergensi.  Semua wartawan  bekerja untuk semua media. Sebuah berita bisa dipakai untuk semua atau sejumlah media –tergantung kebutuhan, dan tergantung  “segmentasi” dan “arah kebijakan media.” Singkatnya, berita yang sama, lewat para redaktur di  ruang pengendali berita, bisa dikembangkan untuk kepentingan media tertentu, misalnya untuk Majalah Tempo dengan pendalaman data atau penambahan sumber tertentu.

Gedung Tempo

Gedung Tempo

Belum ada kejelasan kapan persisnya kami akan menempati gedung Tempo yang berarsitektur seperti “tumpukan buku” Ini.

unnamed (1)

Ada yang bilang Oktober, tapi ada yang menduga mungkin bisa molor.  Apa pun, yang pasti, ini  merupakan sejarah: Tempo akan memiliki gedung perkantoran (sendiri) yang megah.