Peyek Pak Mohari

Bapak penjual peyek itu tak pernah saya lihat berteriak-teriak menjajakan dagangannya. Ia berjalan begitu saja, menyusuri jalan di kompleks perumahan saya, dan baru datang atau menengok  ketika orang memanggilnya  -dengan suara agak kencang. Pertama saya melihatnya ketika akan berangkat kerja sekitar enam bulanan silam. Dengan pikulannya dia berjalan tertatih-tatih. Kerentaan tak bisa disembunyikan kendati tubuhnya…