Festival Kuliner Bogor

Selama tiga hari di Bogor kemarin berlangsung  festival yang diberi judul Botram, Bogor  Traveli and Meals.  Acara ini berlangsung dari hari Jumat sampai Minggu kemarin. Hari  Jumat mulai pukul 14.00 sampai 22.00, Sabtu dari pukul 10.00-22.00, dan hari Minggu dari jam 06.00 sampai jam 17.00.

20150906_094325
Meriah acara ini. Di Koran Media Indonesia, disebutkan pesertanya mencapai 50 stand. Beragam kuliner Bogor, antara lain, Asinan, Taoge Goreng, dihadirkan. Hari pertama tercatat pengunjungnya mencapai 5.000 orang Wali Kota Bogor, Bima Arya membuka acara ini dan sempat ikut menyanyi, diiringi band, di panggung yang terletak di tengah-tengah festival tersebut.

Festival ini hasil kerja sama Koran Media Indonesia dan Pemda Bogor. Tidak gratis untuk menonton festival ini. Pengunjung mesti membayar Rp 5.000.

Hari minggu pagi saya penasaran dan mendatangi festival ini.  Sempat puter-puter mencari lahan parkir karena penuh, baik di Stadion Padjadjaran maupun sekitar Jalan Kesehatan, tempat acara berlangsung, akhirnya dapat juga parker di depan pabrik ban Goodyear. Dari sini, jarak ke Jalan Kesehatan tak lebih dua ratus meter.

Di Jalan Kesehatan itu dulu ada kantor PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Bogor. Kantor yang bagus dan saya kerap main ke sana. Dulu beberapa pengurusnya, antara lain Defan  Purnama, sempat berangan-angan menggagas acara pesta kuliner di Jalan Kesehatan ini. Sayang rencana tak juga diwujudkan, sampai kemudian muncul  Botram ini.

20150906_101650

Saya putar-putar di dalam arena festival ini. Cukup rame. Kursi-kursi berpayung terletak di mana-mana. Asyik memang jika tidak panas. Ada mobil yang khusus difungsikan sebagai toilet di ujung jalan. Ya, Jalan Kesehatan, dari  ujung ke ujung, semua dipakai untuk “pesta” tiga hari ini.

Walau meriah, di hari Minggu itu saya tidak menemukan banyak makanan tradisional Bogor. Tidak ada  taoge goreng, asinan, atau dongklang.  Satu-satunya yang saya lihat hanya soto Bogor. Yang lainnya adalah makanan semacam gudeg, ayam goreng dan makanan lain yang bisa kita lihat di foodcourt. Harganya pun sama –bahkan lebih mahal –  dibanding di luar. Saya tidak tahu kenapa makanan ini harganya bisa lebih mahal. Apakah karena harus menyewa tempat? Atau mereka memanfaatkan publik yang datang? Seorang pengunjung bahkan sempat bersitegang dengan seorang penjual kue berbahan talas yang terkenal di Bogor karena harga kue itu lebih mahal ketimbang  di toko.

20150906_095748

Walau ada embel-embelnya travel, saya hanya menemukan dua agen travel di arena ini. Salah satunya adalah Bogor  Tour.  Alhasil menurut saya, walau promosinya lumayan luar biasa, bisa dibilang dari sisi kualitas festival ini biasa saja.

2 thoughts on “Festival Kuliner Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s