Cerita Hantu Kampus IPB (bag 1 dari 3 tulisan)

Sebenarnya sudah lama saya mendengar cerita seram-seram seputar kampus IPB, Institut Pertanian Bogor, Baranangsiang ini. Hampir semua mahasiswa IPB yang saya kenal, selalu pernah berceritra tentang hal-hal aneh  di kampus mereka.

20170108_110409

Penyebutan  “kampus IPB Baranangsiang” itu untuk membedakan dengan kampus “IPB Dramaga,”  kampus baru IPB yang megah, yang letaknya di pinggiran Bogor,  arah  Ciampea  atau Leuwiliang  yang  diresmikan Presiden Soeharto pada  27 April 1995 .

“Kampus IPB  Baranangsiang”   diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1 September 1963.  Ada pun peletakan  batu pertama pembangunannya pada 1957.  Jadi memang ini kampus tua, dengan bangunan lama yang kokoh.  Halamannya luas, dan sisa-sisa kelebatan pohon di depannya masih ada. Bisa dibayangkan bagaimana dulu indahnya kampus ini. Dipayungi pohon besar, dan dari sini, duluuuuu,  bisa terlihat keindahan Gunung Salak.

Lapangan di depan kampus IPB

Lapangan di depan kampus IPB

Letaknya persis di sebelah mal  Botani  Square, bertetangga dengan terminal bus Bogor, Baranangsiang.  Botani Square, mal  paling keren se-Bogor itu menyewa lahan milik IPB. Dulu, demikian menurut sejumlah orang, lahan Botani Mal, merupakan tempat olahraga mahasiswa IPB. “Di sana dulu juga ada ruang  kuliah terluas,  yang  ada sejak kampus ini berdiri,”  kata Pak Cecep, petugas pengisi air yang bekerja di IPB sejak 1980.

Ahad  pagi kemarin, saya  bertemu dengan Pak Cecep.  Di depan  gedung, sejumlah anak-anak berlatih karate. Saya bertemu dengan Pak Cecep di bagian belakang, melalui pintu depan, nyelonong begitu saja, melewati koridor yang lengang,  Hari libur pun Pak Cecep  masuk untuk mengontrol dan mengisi bak-bak penampungan air di kampus ini.

Sebenarnya tidak direncanakan juga saya ke sini. Hanya karena habis mengantar anak saya ke terminal Damri yang berada di samping Botani dan kemudian janjian dengan istri yang akan bertemu teman-temannya di Botani, maka saya memilih menunggu di Kampus IPB.

Lalu, muncul keinginan lama itu:  ingin tahu seberapa benar ceritra kampus IPB ini angker.  Kepada saya Pak Cecep membenarkan soal cerita-cerita itu. “Wajar kalau banyak kejadian aneh-aneh, karena ini gedung lama, suara aneh-aneh seperti orang menggedor-gedor pintu, suara mahasiswa  riuh rendah padahal jam dua belas malam, dan  tidak ada kuliah,”  katanya. Saya tanya, apakah ia juga merasa takut jika sendirian di kampus ini. “Iya, takut juga, gedung ini sepi kalau malam,” katanya. Ini ruang yang disebut termasuk paling angker https://catatanbaskoro.wordpress.com/2017/01/09/cerita-hantu-kampus-ipb-3/

Pak Cecep bercerita, sebelum ada kampus di Dramaga, semua kegiatan mahasiswa IPB pusatnya ya  di kampus ini.  Kala itu ia mendapat tugas membuka dan mengunci 12 ruang kelas setiap hari.  Kini, bisa dibilang  sembilan puluh persen kegiatan kampus IPB berada di kampus Dramaga. Sekarang lantai dua hanya dipakai untuk  S2 dan S3. “Hanya siang, malam tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Menurut Pak Cecep,  dulu jika ada dosen atau mahasiswa meninggal, maka sebelum dikuburkan atau dipulangkan ke daerahnya, jenazah mereka di semayamkan di koridor di dekat pintu masuk yang terdapat  “prasasti Bung Karno ”  yang menerangkan dimulainya  pembangunan gedung.  “Waktu ada mahasiswa IPB yang meninggal di Amerika juga diletakkan di sana, sebelumnya esoknya dimakamkan,” ujarnya menunjuk “tradisi” civitas  IPB  menghormati dosen dan mahasiswanya itu.

20170108_102619

“Prasasti” penanda pembangunan Kampus IPB oleh Bung Karno yang tertempel di dekat pintu masuk pertama gedung IPB

Menyusuri isi gedung ini, sendirian lagi, sedikit membuat hati dakdikduk. Mungkin karena masih pagi. Terlihat sekali walau telah direnovasi, wajah kuno gedung masih jelas terlihat: langit-langit yang tinggi, anak tangga yang lebar, dll.  Khas bangunan jaman dulu.

Di dalam gedung ini masih ada tiga ruang kelas, sejak kampus ini didirikan, yang tetap dipakai sampai sekarang.   Perlahan-lahan saya menuju salah satu ruang itu. Saya longok-longok, sepi. Kemudian saya menuju ruang serupa lainnya yang berjarak sekitar 50 meter . Rupanya di ruang itu sedang ada latihan anggota paduan suara IPB.  Ruang itu tampaknya memang enak untuk tempat latihan koor: sepi dan kursi-kursinya berjejer ke atas, sehingga jika orang berjejer, semua akan terlihat. Langit-langitnya yang tinggi, dindingnya yang tebal,  agaknya menciptakan ruang akustik alami yang pas untuk kegiatan semacam latihan paduan suara itu.

20170108_101334

Ruang kuliah lama tempat berlatih paduan suara IPB

One thought on “Cerita Hantu Kampus IPB (bag 1 dari 3 tulisan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s