Perjalanan ke Guyana (2): Menonton Peluncuran Roket

Guiana Space Center tak bisa dimasuki sembarang orang. Tapi, dari pantai, warga bisa melihat satelit membubung tinggi mengeluarkan asap api sepanjang puluhan meter.—-Tulisan ini sudah dimuat di Majalah Tempo Edisi terbit 17-23 April 2017). ———–

Satelit Telkom 3S di Final Assembly Building

 

Jika Anda bukan tamu undangan dan tak mendapat “tiket” masuk lokasi Guiana Space Center untuk menonton peluncuran satelit, tak usah kecewa. Ada tempat lain yang justru tak kalah mengasyikkan melihat benda lebih dari 500 ton itu meluncur ke angkasa: dari bibir pantai Samudra Atlantik yang membentang sepanjang utara Guyana.

Tulisan ini di Majalah Tempo

Guiana Space Center, yang lokasinya berdempetan dengan Lautan Atlantik, memang tak bisa dimasuki sembarang orang. Pusat peluncuran satelit yang dikelola pemerintah Prancis, European Space Agency (ESA), dan perusahaan peluncur satelit Arianespace itu dijaga superketat. Setiap mobil dan penumpang yang masuk mesti menunjukkan surat izin dari penguasa tempat ini. Petugas keamanan bersenjata dan bermobil jip terlihat berjaga-jaga di beberapa tempat.

Kantor Guiana Space Center

Di areal seluas 700 kilometer persegi ini terdapat sejumlah bangunan raksasa tempat bermukimnya satelit sebelum dibawa ke launch pad untuk ditembakkan ke atas, meninggalkan bumi. Bangunan itu antara lain Launcher Integration Building dan Final Assembly Building.

Satelit tidak utuh saat diangkut ke lokasi ini. Dari pabriknya, seperti satelit Telkom 3S yang dibuat Thales Alenia Space di Prancis, dimasukkan ke kontainer dengan bagian terpisah-pisah. Di Integration Building baru satelit itu dirakit sebelum kemudian dipindahkan ke Final Assembly Building untuk diperiksa terakhir kali sebelum ditarik dengan mobil khusus melalui rel ke tempat peluncuran.

Saat Satelit Telkom 3S ditarik ke titik peluncuran. Perlu waktu satu jam menuju ke tempat berjarak 3 km.

***

 

Untuk menyaksikan peluncuran satelit, ada dua tempat yang disiapkan panitia bagi tamu undangan, yakni Jupiter Room dan Toucan. Jupiter berjarak sekitar 15 kilometer dari launch pad dan Toucan berjarak tiga kilometer.

Toucan, tempat favorit fotografer mengabadikan detik-detik satelit meluncur

Di Jupiter Room, peluncuran satelit biasanya didahului seremonial pidato dari para pemilik satelit. Saat peluncuran satelit Telkom 3S pada pertengahan Februari lalu, misalnya, Direktur Utama PT Telkom Alex Sinaga tampil di mimbar memberi sambutan. Hadir saat itu para pejabat Guyana dan para pejabat Arianespace.

Jupiter Room berkapasitas hanya sekitar seratus orang. Karena di Jupiter Room tempat berkumpulnya para petinggi penyedia dan pemilik satelit, jika ada sesuatu pada satelit itu, di sinilah akan diputuskan: peluncuran satelit itu ditunda atau tidak.

Jupiter Room

Semua nama undangan yang bisa memasuki Jupiter Room identitasnya terekam dalam komputer sehingga mereka yang namanya tak terdaftar tak bisa masuk. Para undangan duduk di ruang yang kursinya melingkar menghadap ruang kaca. Di dalam ruang kaca, terdapat para teknisi yang mengawasi persiapan peluncuran–dan juga jalannya–satelit yang terpampang dalam layar kaca raksasa.

Peluncuran satelit dimulai dengan hitung mundur dari sepuluh. Begitu selesai hitungan satu, duar…, bagian bawah roket terbakar hebat dan roket bergerak ke angkasa.

Di Jupiter Room, melalui layar kaca, para undangan bisa mengikuti “jalannya” satelit di angkasa. Fasilitas itu yang tak terdapat bila kita menonton dari Toucan. Di Jupiter Room kita bisa melihat dengan jelas bagaimana satu per satu roket yang membawa satelit itu lepas dan tugasnya selesai pada menit ke-39, saat satelit berada di ketinggian 250 kilometer. Jika tak terjadi apa-apa pada menit ke-39 itu, para tamu undangan di Jupiter Room bertepuk tangan. Itulah tanda satelit bisa disebut sukses menuju orbit.

Publik memang bisa “mendaftar” untuk bisa menonton baik dari Jupiter Room maupun Toucan. Tapi itu harus mendaftar jauh-jauh hari ke pengelola Guiana Space Center. Dan pasti sulit memperoleh izin  karena semua tergantung Arianespace dan pengelola.

 

Namun tak usah kecewa. Bila Anda ke Guyana, dari bibir pantai, siapa pun bisa melihat bagaimana satelit itu lepas landas membubung ke angkasa. Bagi warga Guyana pun, menyaksikan peluncuran roket dari pantai itu menjadi semacam hiburan keluarga tersendiri. Mereka mengajak anak-anak ke pinggir pantai, membawa kamera foto atau video. Dan menyaksikan bagaimana… duarrr… satelit itu melesat tegak lurus ke langit meninggalkan warna putih memanjang, menembus atmosfer.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s