Kos mahasiswa UI (1)

Pernah ke kampus Universitas Indonesia di Depok? Pernah dengar istilah “barel,””kukel,” atau “kutek?”   Kalau belum, pasti kalian,  Anda bukan  warga UI  -sama seperti saya.

Istilah  barel, kukel dan kutek ini tiba-tiba menjadi akrab dengan kuping saya setelah sejak dua pekan lalu saya mencari info kos-kosan untuk anak kedua saya, Lintang, yang diterima di MIPA Kimia lewat jalur undangan.

Pintu masuk Kutek

Walau setiap hari  melalui “kampus perjuangan” karena  jika ke kantor saya naik kereta Commuterline yang juga selalu berhenti di Stasiun UI, saya sendiri baru mengenal istilah-istilah yang sangat akrab dengan mahasiswa UI,  ya baru beberapa pekan terakhir ini.

Awalnya terpikir lebih baik anak saya itu tidak usah kos alias pulang pergi naik kereta saja. Tapi setelah dipikir-pikir, apalagi mengingat awal kuliah tentunya sering pulang malam dan pergi pagi,  kami, saya dan istri,  memutuskan  “mengkoskan” Lintang saja. Dan beda dengan kakaknya yang saat mau kuliah di ITB gencar mencari sendiri informasi kos-kosan di sekitar kampusnya, Lintang…ya begitulah,  menyerahkan urusan ini kepada orangtuanya. “Kalau bisa kamar mandinya di dalam,” kata Lintang memberi syarat dalam grup line keluarga yang beberapa saat kemudian dibalas kakaknya yang memberi informasi ada kos dengan kamar mandi di dalam dan harganya murah. Ini gambar yang dikirim Bagas, gambar yang benar-benar membuat Lintang keki….

 

Demikianlah, lantaran ke sana-ke mari mencari info  kos di seputaran UI itu, masuklah ke kuping saya istilah-istilah yang baru saya dengar dari  sejumlah mahasiswa UI atau orangtua yang anaknya kuliah di UI. “Di barel saja, bisa jalan kaki… “Kukel juga banyak tempat kos, bisa jalan kaki….” Lalu  “Di kutek saja, kalau jalan ke tempat pemberhentian  bis dekat….”

Setelah tanya kiri kanan, baru saya ngeh itu semua nama-nama singkatan. Barel akronim (di) balik rel; kukel singkatan Kukusan Kelurahan, dan kutek,  Kukusan Teknik. Lebih detailnya begini: balik rel berarti semua kos-kosan yang terletak di seberang rel. Jadi para mahasiswa harus melewati rel (sekarang ada jembatan penyeberangannya)  jika akan pulang atau berangkat ke kampus. Kukusan itu nama Kelurahan di Depok. Jadi Kukusan Kelurahan, karena di daerah itu ada kantor kelurahan dan Kutek, singkatan Kukusan Teknik karena lokasinya dekat Fakultas Teknik sehingga daerah  itu menjadi tempat favorit kos  mahasiswa teknik. Mereka bisa jalan kaki jika kuliah. Irit kan?

Beda dengan Barel, Kutek dan Kukel itu letaknya di bagian belakang kampus UI. Di sini selain Fakultas Teknik, yang juga dekat adalah Fakultas Ekonomi, MIPA, dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Ada pun Barel, di sana banyak kos mahasiswa Hukum, FISIP, dan  Fakultas Ilmu Budaya karena memang fakultas-fakultas itu relatif terletak di depan, dekat stasiun.

Saya sendiri tak menyangka di  belakang kampus UI  ada “kehidupan ingar bingar.”  Puluhan atau mungkin ratusan tempat kos-kos-an, dan  sejumlah di antaranya mirip hotel, berisi ratusan kamar berjejalan di sana. Tempat kos itu memiliki nama masing-masing. Ada Amora, Griya Asri, Dahlia dll. Harganya? Menurut saya sih sebenarnya mahal.  Per bulan untuk yang memakai AC rata-rata Rp 1,5 ke atas dengan kamar mandi di dalam. Tanpa AC Rp 1 juta ke bawah. Beda dengan di Bandung, di daerah Cisitu Lama tempat kakaknya si Lintang  kos, di UI ini kos-kosannya bisa dibayar  per tiga bulan atau enam bulan. Di Bandung, kawasan ITB, rata-rata pemilik kos meminta dibayar setahun di depan.

Salah satu tempat kos di Kutek

Ada asyiknya kos di Kutek atau Kukel (yang ini dekat kampus vokasi UI dan Politeknik Negeri Jakarta  -yang sering dikira bagian dari D3  UI padahal sama sekali  tidak) ini.

Pertama ada “bis UI”  yang kita bisa menumpang gratis. Para mahasiswa menjulukinya  “bikun,”  akronim bis kuning lantaran warnanya kuning. Bis ber-AC yang nyaman ini setiap waktu mengelilingi UI, mengantar dan menjemput para mahasiswa. Awalnya saya ragu-ragu naik bis ini karena ini kan bis untuk  mahasiswa. Tapi, sejumlah mahasiswa justru menyarakan saya naik bis itu. “Apalagi anak Om kan juga kuliah di UI, sudah bayar mahal, ya nggak apa-apa dong naik bis ini, seperti orangtua mahasiswa yang lain,” ujar seorang mahasiswa berambut gondrong yang dengan semangat mengajak saya naik bikun. Saat saya naik,  eh dia sendiri terlihat tetap nongkrong di halte sambil celingak-celinguk entah menunggu siapa….

 

Yang kedua, di Kutek ini banyak banget warung makan dengan aneka jenisnya, dan  murah,  menurut saya. Ada sejumlah warteg, warung sate kambing, tongseng, rumah makan padang dengan harga sebelas ribuan,  hingga warung khas makanan Makassar. Di banding harga makanan di daerah kos-kosan di Bandung, di Cisitu, yang sering saya datangi, harganya jauh….  Saya sudah bayangkan, jika menengok Lintang saya akan menjajal warung itu satu per satu.

Ada pun kos Lintang, akhirnya, setelah menjelajah seharian, keluar masuk gang di  Kutek, saya mendapat tempat  sesuai yang saya inginkan. Namanya kosnya Raisa, isinya hanya 15  kamar. Jauh dengan kos di dekatnya yang isinya di atas 100 kamar. “Ada CCTV yang dipantau langsung oleh pemiliknya,” ujar Pak Andri penjaganya. “Kalau menginap di kos-kos lain membayar, di sini nggak perlu,” kata Pak Andri mempromosikan kelebihan kos-kosannya.   Yang tidak kami duga, di depan kos itu ada warung yang rupanya tempat berkumpulnya para mahasiswa MIPA. Kos itu juga tidak jauh dari mesjid dan asrama yang rupanya milik almarhum K.H Hasyim Muzadi.

“Warung MIPA”

Pekan lalu, bersama ibunya, saya mengantar Lintang “pindah-pindahan” ke kos nya. Mobil saya parkir di mulut gang masuk Kutek. Lintang tertawa ketika melihat sejumlah ibu-ibu terlihat menggotong-gotong kardus, tas, hingga kasur lipat  di depan kami. Seperti kami, mereka rupanya juga mengantar anaknya “pindahan rumah….”

 

 

 

4 thoughts on “Kos mahasiswa UI (1)

  1. Halo pak, kebetulan saya sedg cari kos2n dekt dg fakultas MIPA kos2 apa sj kah yg recommended, kalau bolh bisa mnta no kontak serta alamatnya? Terimakasih sebelumnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s