Naik Bus Wisata Bandros di Bandung

Kalau ke Bandung cobalah naik Bandros. Ini nama bus pariwisata yang dikelola sebuah yayasan di Bandung yang mengajak turis menikmati sepotong wilayah Bandung dari atas bus. Bandros akronim Bandung tour on Bus.

Memang Pemerintah Kota Bandung pernah juga memiliki bus seperti ini. Tapi lantaran bus tingkat, demikian menurut penjaga tiket Bandros, operasional bus tingkat itu dihentikan. “Kalau jalan bagian atasnya sering nyerempet pohon,” ujarnya. Saya kira, karena di Bandung banyak pohon, bus tingkat semacam itu memang tak bisa dijadikan bus wisata dalam kota. Entah bagaimana Pemda Bandung tak menyadari hal semacam ini.

Nah, kalau mau naik Bandros datanglah ke taman di dekat kantor Wali Kota Bandung. Saya sarankan agar datangnya pagi saja, apalagi jika hari libur. Kenapa? Karena untuk naik bus ini harus antri dan jumlah busnya terbatas (belum lagi jika  ada yang rusak atau tidak jalan). Sekitar sebulan lalu, hari Minggu, saya beli tiket jam 11 dan baru naik jam setengah satu. Harga tiketnya Rp 10 ribu. Penjualnya, menempati counter sederhana: sebuah kursi di sebuah sudut taman. Tak ada papan nama tulisan “tiket Bandros.” Penandanya ya, “gerumbulan orang”  -bukan antrean- yang mau membeli tiket.

Tapi, memang asyik naik bus ini. Menyusuri jalan-jalan di Bandung yang terkenal, seperti antara lain Jalan Asia Afrika, melihat  taman-taman yang hijau, gedung-gedung sekolah peninggalan Belanda, dan sebagainya. Jalan-jalan sembari mengenal sejarah.

Sepanjang jalan, sang guide memberi keterangan, cerita seputar gedung dan jalan yang kita lalui. Guide bersama kami waktu itu bernama Asep. Sejak awal guide berkostum Sunda ini sudah becanda dan membuat para penumpang terkekeh-kekeh. Kadang saya tidak bisa membedakan keterangan dan informasi yang diberikan, ini serius, benar  atau becanda. Tapi, asyiklah, Asep benar-benar menghibur. Kalau dikalkulasi, menurut saya, informasi Asep ini yang serius 30 dan sisanya, yang becanda 70 persen,  hehehe..

Kang Asep in action: informatif dan menghibur

Misalnya begini, menjelang masuk sebuah jalan Asep bercerita…”Kita akan melewati sebuah rumah di mana penghuninya seorang kakek pernah berpuluh-puluh kali melakukan pembantaian…..rumah ini sangat terkenal di Bandung.” Para penumpang diam, mendengar kisah Asep yang diucapkannya lewat pengeras suara dengan nada serius itu. “Nah, inilah rumah itu,” kata Asep menunjuk sebuah rumah saat kami melintas: Restoran KFC dengan gambar seorang “kakek” berkacamata, berjenggot, dan tengah tersenyum: Akang Colonel Sanders…

Yang asyik adalah saat melewati Jalan Asia Afrika. Suasananya meriah dan sepanjang jalan banyak anak muda ber-cosplay. Berdandan macam-macam. Dari sosok pahlawan super hero hingga suster ngesot. Dari hantu, entah hantu apa namanya, hingga perempuan bunting yang dari perutnya ada sosok bayi yang mau mbrojol. Beberapa diantaranya ada juga yang meloncat ke dalam bis dan membuat penumpang anak-anak kaget dan meraung-raung.

 

 

Terus terang saya kagum dengan kreatifitas anak-anak itu. Seusai naik Bandros, lantaran pengin makan di wilayah ini, saya sempat mendatangi para seniman jalanan tersebut. “Ini berhias macam-macam begini pas hari libur saja ya?” tanya saya. “Tidak, setiap hari kami juga begini,” ujar seorang di antaranya yang kemudian diajak Aldin berfoto.

 

Oh, ya untuk berfoto semacam ini, ada baiknya kita memberi mereka “tip.” Tidak minta sih, tapi saya kira itu perlu dan, mungkin, wajib. Setidaknya itu bentuk penghargaan terhadap mereka. Apalagi untuk bergaya semacam ini mereka tentu mengeluarkan biaya. Jadi, sekali-kali, cobalah naik Bandros -nama yang mengingatkan saya pada nama minuman, bandrek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s