Teknik Menulis Feature yang Bagus dan Efektif

Untuk menciptakan feature yang bagus diperlukan sejumlah “teknik.” Feature bagus adalah feature yang bisa menggugah pembaca. Bisa mempesona pembaca.  Bisa menghibur pembaca. Feature bagus adalah feature yang bisa memikat pembaca:  sejak kalimat pertama hingga terakhir. Hingga tanda titik yang menyatakan feature itu berakhir.

Pada mulanya feature adalah tulisan ringan untuk mendampingi tulisan-tulisan hardnews pada surat kabar. Ia bisa diletakkan di halaman depan atau di halaman manapun.  Ia dibingkai dalam tanda ke khususan sehingga berbeda dengan tulisan yang ada pada halamannya tersebut. Misalnya, diberi boks atau jenis dan besar hurufnya berbeda dengan tulisan lainnya.

 

 

Tapi ia tetap penting. Bahkan acap lebih  menarik ketimbang tulisan hardnews pada halaman tersebut. Ia yang awalnya sebagai semacam  “oase” bagi pembaca yang disuguhi berita hardnews kadang menjadi prioritas pembaca. Itu karena sifatnya yang khas.  Salah satu sifatnya adalah penyajiannya. Dan penyajian itu  tergantung dari penulisnnya. Penulis feature yang baik adalah wartawan yang baik  -karena di sini dibutuhkan keterampilan menjalin kata yang bernas  -kekayaan diksi-  dan daya imaginasi.

Penulis feature yang baik selalu memiliki angle yang memikat  -yang kadang tak terbayangkan oleh pembaca. Angle yang keluar dari kejeliannya melihat berita atau sumber berita. Kejeliannya karena “turun ke lapangan.” Melihat dan mendapatkan hal yang tak didapat wartawan atau penulis lain.

Berbeda dengan hardnews,  feature tidak  berpatokan pada “hal paling penting terletak di bagian atas,” layaknya “hukum piramida terbalik”  jenis berita hardnews  -yang pada akhirnya mementingkan kecepatan dan ketergesaan penulisnya  -juga pembacanya.

Feature menyebarkan prinsip dasar jurnalisme  5 W (What, Where, When, Why, Who) dan 1 H (How) pada sekujur tubuh berita. Dengan cara ini pembaca tidak dijejali unsur 5 W dan 1 H layaknya pada hardnews. Dengan cara ini pula, penulis feature yang baik, bisa membuat pembaca terpikat pada tulisannya karena, misalnya, ingin mengetahui unsur H yang mungkin diselipkan atau sengaja diletakkan di bagian tertentu dalam sebuah tulisan feature.  Ciri  utama feature:  ia mesti sebuah tulisan yang enak dibaca. Menarik dan menghibur. Dan, kadang, tak lekang oleh waktu  -sepanjang tulisan itu masih relevan. Misalnya, feature tentang kehidupan seorang pawang harimau dalam sebuah pertunjukan sirkus.

Prinsipnya feature terbagi dua:

  1. Feature (Feature Biasa)
  2. News Feature

 

  1. Feature Biasa

Feature  (biasa) adalah feature yang menitik beratkan pada hal-hal human  interest.  Cerita tentang manusia adalah sebuah kisah menarik karena manusia selalu memiliki sisi yang unik.

Kendati demikian, bukan berarti feature selalu berkisah tentang manusia. Atau juga selalu memiliki 5 W, 1 H yang disebarkan ke segenap penjuru tubuh cerita.  Feature tentang nasib anak urang utan yang dipelihara sejak ditemukan tergeletak nyaris mati karena hutan terbakar dan kemudian dipelihara dan dibesarkan di Tanjungputing, Kalimantan Tengah,  misalnya, tidak bicara tentang manusia.  Tokoh dalam feature ini adalah binatang. Juga misalnya feature tentang tumbuhan kantungsemar atau anggrek hutan yang eksotik. Penulis feature yang piawai bisa menceritakan segala hal tentang anak urang utan, tumbuhan kantungsemar atau anggrek hutan dengan memikat.  Modal untuk semua itu adalah: kecermatan dalam mengumpulkan data-data, kecermatan saat turun ke lapangan melihat subyek dan obyek tulisan, dan kepiawaian menyusun plot cerita.

Plot cerita merupakan hal penting yang membuat pembaca terpikat sejak membaca judul feature, lead feature, hingga kemudian berakhir dengan selesainya menuntaskan ending tulisan. Plot cerita ini akan terlihat makin penting  dalam sebuah newsfeature  -yang tidak hanya memerlukan data dan sumber berlimpah untuk bahan tulisan, juga stamina penulisnya.

Unsur Feature adalah:

  1. Lead memikat
  2. Ending yang bagus
  3. Kutipan yang tepat dan pas
  4. Judul menarik

 

Sifat tulisan feature:  Informatif, Menarik, Menghibur.

 

Tidak ada aturan baku berapa seberapa panjang pendek feature. Ini tergantung pada jumah kolom (koran) atau halaman yang tersedia. Semakin pen dek feature semakin dibutuhkan keahlian meramunya.  Feature sepanjang  2.000 kata mesti sama indah dan bagusnya dengan satu halaman majalah.

Tantangan terbesar justru feature di media online yang mungkin dibebaskan untuk menulis sepanjang-panjangnya. Ukuran untuk feature ini adalah kepekaan penulisnya kapan ia berhenti. Berpanjang-panjang dan potensi menjadi hambar, mesti dihindarkan.

 

  1. News Feature

 

Ini biasa disebut  “feature berita” atau berita berbentuk feature. Di Indonesia newsfeature ini bisa dilihat bentuknya seperti tulisan dalam Majalah Tempo atau  Majalah Gatra.

 

Unsur terpenting dalam news feature:

-Angle, sudut pandang

-Lead,

-Plot cerita

-kutipan

-Ending

 

Untuk menghasilkan newsfeature yang bagus, juga mesti memperhatikan narasumber yang dipilih dan kutipan yang diambil. Kutipan mesti bernas, tidak bertele-tele dan mencerminkan karakter narasumber.

Perlu diingat, salah satu KUNCI keberhasilan menulis newsfeature adalah membangun plot dan “jembatan” untuk menghubungi susunan plot cerita. Itu sebabnya, untuk menulis  newsfeature, jika  DIINTISARIKAN:  mesti memililiki angle yang tajam dan penulisnya mesti fokus. Banyak newsfeature gagal karena penulisnya tidak fokus dan gagal membangun plot ceritanya. Plot cerita ini termasuk “membangun drama” dalam tubuh news feature.

Penulis newsfeature yang bagus ia selalu berpikir keras untuk menciptakan cerita dalam sebuah tulisan yang memikat yang, bahkan, tak terbayangkan  pembacanya.  Plot ini bisa ia ciptakan dari hasil reportase, wawancara, atau ia bayangkan –imaginasikan- sebelum ia kemudian mengumpulkan data untuk  “membumikannya” dalam bentuk cerita –newsfeature.

 

Contoh:   Berita KPK menangkap seorang ketua umum partai di sebuah hotel dengan barang bukti uang ratusan juta rupiah dan sejumlah pejabat daerah.

 

Plot cerita disusun sbb:

-Suasana rapat partai tanpa kehadiran ketua

-para peserta rapat terkejut mendengar berita ditangkapnya ketua mereka

-Deskripsi penangkapan ketua partai

-Cerita saksi mata di tempat penangkapan

-Lika-liku perencanaan penangkapan oleh KPK

-Dugaan untuk apa uang suap

-Kondisi terakhir  ketua partai di ruang pemeriksaan.

 

Demikian terbangun sebuah  newsfeature dengan angle: bagaimana penangkapan ketua umum partai tersebut. Di sini penulis “melompat” dengan menghadirkan rapat partai yang mungkin media lain tidak memikirkannya. Di sini penulis mesti mencari data dan narasumber untuk melengkapi dan mendukung  bangunan plot  cerita yang dibuatnya.

Newsfeature yang baik adalah newsfeature yang bisa meninggalkan decak kagum –kesalutan- pembacanya.

(Lestantya R. Baskoro –  Pernah menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Hukum dan Redaktur Eksekutif Tempo, kini aktif di Lembaga Pers Dr. Soetomo  (LPDS), Jakarta dan kerap memberi pelatihan penulisan feature) –Bisa dihubungi melalui email: lestantyabaskoro@gmail.com

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s