Uji Kompetensi Wartawan di Lampung bersama LPDS

Pekan lalu, dari 1 sampai 3 April, bersama sejumlah penguji dari Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), saya menguji sekitar 20 wartawan Lampung. Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan amanat Dewan Pers yang intinya agar wartawan kita memiliki standar yang jelas sebagai wartawan yang baik dan karyanya bisa dipertanggungjawabkan. LPDS merupakan salah satu lembaga uji yang ditunjuk Dewan Pers melakukan UKW.

Ini tentang LPDS: Sebuah Ruang di LPDS

Sudah belasan tahun saya tidak ke Lampung. Bandaranya kini bagus, mewah, dan bersih. Dari bandara, kami naik mobil sekitar satu jam menuju Telukbetung, tempat dilangsungkannya ujian tersebut. Pesawat penuh, menandakan ini jalur gemuk. Dulu waktu naik pesawat saya ingat, kotak kue dibagi setelah pesawat mendarat, mungkin karena singkatnya perjalanan. Sekarang pembagiannya di atas. Tapi kesan pembagiannya ngebut tak terelakan.  Jarak tempuh sekitar 35 menit, harus membuat para pramugari kerja kilat membagi kotak  makanan……

Para wartawan ini datang dari berbagai media di seluruh plosok Lampung dan tergabung dalam Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI). Ada yang dari media cetak, ada yang dari media online. Sebelum ujian dilangsungkan, selama sehari mereka mendapat pembekalan berbagai hal. Tidak sekadar apa yang diuji juga materi seperti UU Pers, menulis opini, investigasi reporting dll.  Salah satu yang  diuji, bagaimana mereka melakukan wawacara doorstop atau saat jumpa pers. Penilaian tidak hanya pada apa yang mereka tanyakan (penguasaan materi) juga persiapan, kesopanan dll. Kadang-kadang mata uji ini juga kemudian benar-benar ditampilkan dalam media mereka hari itu juga. Ini mata uji tersebut:

Seperti yang saya lakukan ketika menguji wartawan, saya selalu memberi mereka wawasan dan bagaimana sebuah penulisan yang baik –juga pemakaian bahasa yang tepat.  Dari pengalaman saya menguji, banyak wartawan yang masih belum bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Bahkan penulisan sebuah kalimat, istilah, pemakaian tanda baca banyak yang salah. Saya menyarankan kepada teman-teman di LPDS, ada baiknya di hari pertama diberikan tambahan materi penggunaan bahasa Indonesia  -dalam konteks jurnalistik- yang benar.  Kepada mereka yang saya nilai bahasanya masih harus dibenahi, saya minta sering-sering membaca media Kompas atau Tempo….Karena saya dari Tempo? tidak juga kerena memang di Tempo, saya tahu persis, pemakaian bahasa selalu menjadi perhatian kami.  Tempo, seperti juga Kompas, sangat sering mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan sebagai media yang paling baik dalam penggunaan bahasa Indonesia  -media cetaknya ya….

Yang juga saya tekankan dalam UKW adalah pemahaman kode etik. Biasanya saya mengetes mereka dengan mengajukan pertanyaan, apa yang disebut hak tolak, embargo, atau hak jawab. Mereka menjawab dengan panjang lebar, tapi kebanyakan salah.  Saya tidak menjelaskan, tapi mmemberi mereka PR membaca kode etik dan UU Pers. Besoknya, mereka muncul dengan komentar, “Ternyata yang saya jawab kemarin salah sekali ya….” Nah, dengan cara ini mereka akan ingat.

Begini cara menulis opini: Teknik Menulis Opini

Menguji wartawan adalah kesempatan memberi apa yang saya ketahui tentang jurnalistik kepada mereka. Karena itu, saya selalu berpesan kepada para peserta UKW, tanyakan apa saja kepada penguji LPDS mumpung mereka ada di depan Anda, mumpung ketemu….

Cara Menulis Feature: Cara Menulis Feature Yang Bagus dan Efektif

Malam terakhir di Lampung, kami jalan-jalan mencari durian –setelah sebelumnya kenyang makan ikan bakar dan kepiting.  Bukan durian asli Lampung karena yang terakhir ini sudah habis. “Ini durian dari  Palembang,” ujar penjualnya, yang membuka “toko durian” 24 jam…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s