Ke Medan, Memberi Materi Membuat Konten Pemberitaan untuk Para Pejabat Kominfo

Bagaimana menulis konten berita yang efektif? Bagaimana menulis berita yang menarik? Bagaimana memproduksi berita yang efisien, efektif, dan tepat sasaran.  Materi ini yang beberapa pekan lalu saya berikan kepada puluhan kepala dinas Kominfo yang datang dari berbagai kota di seluruh Sumatera.

Bagaimana membuat/menulis opini: Cara dan Teknik menulis opini

Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik  Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta saya menyampaikan materi itu. “Setidaknya agar kepala dinas mengetahui hal-hal seperti itu dari pakarnya,” ujar Mbak Nurul, staf Direktorat. Saya tentu saja belum merasa menjadi pakar, tapi pengalaman puluhan tahun menulis berita, menulis opini,  mengedit  artikel, berita, setiap hari di Tempo,  lebih dari cukup untuk membagi pengalaman itu semua kepada para peserta di acara yang digelar di Hotel Santika, Medan yang cukup megah tersebut.

Ini pula untuk kedua kalinya saya ke Medan berkaitan dengan “membagi ilmu jurnalistik.” Dulu saya pernah ke kota ini atas undangan  Kementerian Lingkungan Hidup.  Undangan tersebut tak lama setelah saya meluncurkan buku saya. “Jurnalisme Lingkungan, Jurnalisme Menggerakkan,” buku panduan untuk meliput kasus atau berita berkaitan dengan lingkungan. Tak hanya Medan, saat itu saya juga diminta untuk berbicara mengenai teknik meliput kasus lingkungan tersebut kepada para wartawan di Batam, Lampung, dan Pekanbaru.

Cara menulis feature: cara menulis feature yang bagus dan efektif

Untuk pertamakalinya saya menikmati Bandara Kualanamu yang sedang naik daun itu. Besar memang, dan mudah-mudahan bisa tetap dijaga agar nyaman dan bersih. Saya tidak naik kereta bandara ke Medan karena panitia sudah menyiapkan mobil jemputan. “Penumpang lebih banyak naik mobil daripada kereta,” ujar pak sopir yang menjemput saya. Benar memang, saya melihat kereta bandara praktis kosong, baik yang ke Medan maupun menuju bandara.

Sampai hotel sore hari, yang saya kerjakan pertama setelah mandi adalah mencari bolu Meranti pesanan orang rumah. Ya, mesti dapat sore ini, karena besok tidak mungkin bisa mencari oleh-oleh Medan terkenal itu karena seharian mesti berada di hotel, memberi materi.  Dengan informasi petugas hotel saya berjalan kaki menuju sebuah arah jalan yang,  kata petugas itu, ada toko Bolu Meranti. Dan memang setelah jalan kaki hampir satu kilo  -sembari menikmati “senja di Medan”- ketemu juga saya toko kue ini –bahkan ternyata pusatnya. Lega, dan aman. Kue itu saya lesakkan ke kulkas hotel supaya awet.

Walau materi yang saya bawakan bagaimana memproduksi konten berita yang  baik dan efektif, namun kepada peserta saya jelaskan juga berbagai hal berkaitan dengan media massa di Indonesia. Juga bagaimana mediaonline yang mesti hati-hati kita mengkonsumsinya, hingga bagaimana jika publik dirugikan oleh pemberitaan media massa. “Publik  mesti tahu, mana media online abal-abal, mana yang tidak. Dewan Pers tak akan melindungi media abal-abal,” demikian saya katakan.  Saya jelaskan pula apa itu hak jawab dan apa kewajiban media jika melakukan kesalahan pemberitaan. Kepada peserta saya, yang sebagian besar Kepala Dinas itu, saya menunjukkan bagaimana cara jika mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh sebuah pemberitaan. “Kirim hak jawab kepada media atau adukan ke Dewan Pers,” demikian saya menjelaskan.

Kepada mereka, saya terangkan pula bahwa Dewan Pers kini juga memiliki program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang intinya untuk memberi standar bagaimana “seorang wartawan” yang  seharusnya itu. Jika lulus UKW, mereka akan memiliki kartu yang dikeluarkan Dewan Pers. Kartu ini bisa dicabut jika sang wartawan melakukan tindakan, misalnya, melakukan pemerasan,  dengan menyalahgunakan profesinya.  Saya juga salah satu penguji UKW dari LPDS, lembaga yang mendapat mandat dari Dewan Pers untuk melaksanakan UKW.

Silakan baca: Lembaga Pers Dr. Soetomo – LPDS yang Asyik

Semoga penjelasan saya ini bisa membuat para pejabat dan pembuat keputusan ini memahami bagaimana kerja dan menghadapi wartawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s