Pelatihan Menulis Opini untuk Staf Badan Pengembangan Insfrastruktur Wilayah (BPIW) PUPR

Berbagi ilmu sampai kota buaya. Akhir September lalu, demikianlah, saya diminta oleh Tempo Institute, lembaga pelatihan milik media Tempo Group, memberi pelatihan “menulis opini” untuk para staf Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR. ”Cak Bas saja yang ke sana sama Mbak Susan, kami tidak,” kata Yus, staf Tempo Institute memberi “perintah.” Kok nggak ikut? “Anggarannya terbatas,” katanya lagi, terkekeh, di ujung telepon. Saya juga terkekeh…

Cara menulis Opini: Ini cara menulis opini yang cepat dan efektif

Tempo Institute sudah saya anggap bagian dari “keluarga.” Sejak lembaga ini berdiri, mungkin 5 atau 7 tahun silam, saya sudah terlibat. Menjadi juri lomba penulisan yang mereka buat, memberi pelatihan berbagai penulisan yang mereka adakan, baik di kantor Tempo di bilangan Palmerah atau di luar Jakarta, seperti Bogor, Cimahi dll -lupa karena terlalu kerapnya, dan lain-lain, Saya mengajar berbagai hal berkaitan dengan kepenulisan: bagaimana membuat berita, investigasi reporting, menulis opini dll.

Kini saya ke Surabaya. Selain saya, ada Susan, juga dari Tempo, yang diminta memberi pelatihan bagaimana menulis berita online.
Terbang dengan Garuda, begitu tiba di Bandara Juanda, Surabaya, saya langsung menuju lokasi acara, di sebuah hotel di kawasan Tunjungan Plaza.

Surabaya, saya datang, saya berteriak  -dalam hati.

Ini kota yang lekat dengan hati saya. Tiga tahun saya pernah tinggal di sini, saat duduk di bangku SMA Stella Maris, yang terletak di Jalan Indrapura 32 -saya selalu ingat nomor sekolah ini- sebuah jalan ramai menuju Pelabuhan Tanjung Perak tepi laut siapa suka boleh ikut…..itu.
Sudah lama saya tak ke kota ini, mungkin lima atau enam tahunan. Karena itu, kunjungan ke Surabaya ini, juga sudah saya niatkan pada hal lain: nyekar ke sarean ibu. Ya ibu dimakamkan di daerah Pakis , Surabaya. Beliau meninggal saat saya masih kuliah.

Tapi, waktu begitu mepet. Pelatihan berlangsung dari pagi hingga petang. Dan setelah itu, esoknya, dengan pesawat pertama, balik ke Jakarta.
Syukur semua bisa dilalui.

Pelatihan berjalan sesuai rencana. Mbak Mutri, dari BPIW banyak membantu dan mengkoordinasi peserta sehingga pelatihan mulus berjalan. Para peserta menyimak dan mempraktikan apa yang saya beri. Sempat juga saya kenalan dan diskusi dengan sejumlah peserta dari berbagai latar belakang universitas, termasuk dari ITB. Mereka tentu orang-orang pilihan sehingga bisa menjadi karyawan kementerian ini.

Menulis opini ini, menurut saya, sebenarnya bisa dilakukan siapa pun sepanjang ia punya “ide” dan bahan -kekayaan wawasan. Tugas saya hanya memberi “cara yang mudah, mengajar bagaimana tekniknya agar tulisan itu menarik,” termasuk bagaimana membuat judul, serta cepat untuk menulisnya.

Pada acara itu, saya juga menghadiahi peserta yang menurut saya terbaik, novel karya saya, Rumah di Atas Kahayan. Novel tentang pluralisme, persahabatan anak-anak Dayak yang tidak dijual di toko buku.

Hadiah Novel Rumah di Atas Kahayan untuk peserta terbaik

 

Tentang Novel Rumah di Atas Kahayan, cara pesan : Novel Rumah di Atas Kahayan, ini ceritanya

Cara membuat novel yang baik: Cara Membuat Novel yang baik

 

Foto dulu bersama sejumlah peserta…

Dengan waktu mepet, di sela-sela acara, sekitar pukul 18.00, dengan naik ojek online, saya sempat nyekar ke makam ibunda. Dan malamnya, surprise, sobat SMA , Bambang, datang ke hotel. Waktu SMA, saya sering main ke rumahnya. Juga “ngejok” bersama. Istilah yang hanya kami berdua pahami.  Ia juga pernah datang ke rumah saya di Bogor bersama istri dan anak-anak tercintanya. Usai SMA saya kuliah di UGM,dan Bambang di UNDIP. Kami termasuk segelintir lulusan SMAK Stella Maris yang keluar dari Surabaya.  Sayang kemarin, karena datangnya malam, kami tak sempat main keluar. Tubuh saya juga telanjur cuapekkkk. Mudah-mudahan kali lain, saya bisa bertemu dengan Bambang lagi.

Bambang, karib di zaman SMA di Surabaya.

Saya selalu mendoakan teman saya yang hatinya sangat baik ini selalu sehat dan diberi limpahan rezeki halal. []

Cara menulis feature yang baik: Teknik Menulis Feature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s