Masjid-Masjid di Dekat Stasiun untuk Jumatan

Belasan tahun naik kereta commuterline membuat saya hafal di mana masjid yang terletak di dekat stasiun kereta yang saya tumpangi.

Awal mula “berkenalan” dengan masjid-masjid ini bermula ketika saya tengah di dalam kereta, sementara waktu salat Jumat semakin dekat. Memang kadang saya pergi ke Jakarta, dari rumah di Bogor, jika Jumat,  pada jam-jam nanggung. Artinya, jam yang sebenarnya agak riskan, karena bisa jadi sebelum sampai tempat tujuan  -Stasiun Tanah Abang–  waktu  salat  Jumat sudah “masuk.”  Bogor-Tanahabang jarak tempuh sekitar dua jam. Jika berangkat jam 10, itu artinya, jika sampai Stasiun Tanahabang, maka “waktu” salat Jumat bisa jadi sudah mulai.

Stasiun Pondok Cina

 

Beberapa kali saya ketinggalan salat Jumat lantaran masih berada di dalam kereta. Karena itu, saya kemudian memutuskan turun di sebuah stasiun, menjelang, setidaknya setengah jam sebelum salat Jumat mulai.

Stasiun Tananhabang-Palmerah.

Dulu jika “beruntung” sampai Stasiun Tanahabang dan waktu salat Jumat belum masuk, maka saya akan jumatan di masjid di dalam Pasar Tanahabang. Rutenya, menyusuri gang-gang tempat orang berjualan. Masjid ini ramai. Saya selalu salat Jumat di jalanan, yang di atasnya sudah digelar karpet lantaran tak kebagian tempat di dalam.  Masjid ini, dilihat dari bangunannya, jelas bangunan lama. Mungkin sudah puluhan tahun.

Nah, kalau masih ada waktu, karena saya turun di Stasiun Palmerah dan kemudian berganti naik angkot 09D untuk ke Tempo, dari Stasiun Tanahabang saya pindah kereta dan turun di Stasiun Palmerah, mengejar Jumat di tempat ini.  Di dekat Stasiun Palmerah  ada masjid. Jaraknya sekitar 100 an meter dari jembatan penyeberangan.  Saya kerap salat Jumat di sini. Karena di pinggir jalan raya, masjid ini selalu full. Kadang karena kehabisan tempat di lantai dasar, saya mencari tempat di lantai dua. Kalau itu pun penuh, biasanya  salat di dekat tangga. Di depan, samping kiri masjid ada tukang mie ayam. Enak, saya kerap nongkrong di sini dulu untuk makan mie ayam.

Masjid “Palmerah”

Stasiun Cilebut

Karena saya meletakkan motor saya di parkiran Stasiun Cilebut, jika sampai stasiun hampir jam 12.00, saya biasa salat di “Masjid Cilebut” ini. Masjid ini baru direnovasi, mungkin belum stasiun, dapat bantuan dana, katanya, dari Arab. Resik, luas, dan kamar mandinya bersih. Ada kotak-kotak tempat menyimpan sandal atau sepatu gratis. Letak masjid ini hanya sekitar 15 meter dari pintu keluar stasiun. Dan sepuluh meter dari penitipan sepeda motor langganan saya yang bernama “Penitipan Motor Abie” yang sehari Rp 5.000.

Masjid Cilebut

 

Stasiun Pondok Cina

Jika Anda terpaksa turun di Stasiun Pondok Cina karena “mengejar” salat Jumat, di sini ada masjid Universitas Gunadarma. Cukup jalan sekitar 10 menit menyusuri parit, belok kiri dan sampailah ke “Masjid Gunadarma.”

Masjid milik Universitas Gudarma ini terhitung besar, megah, dan bersih. Di hari-hari biasa banyak mahasiswa lesehan dan belajar di sini.  Masjid ini sampai sekarang pembangunannya belum selesai, masih terus dibenahi kiri kanannya entah untuk apa, mungkin untuk taman.

Masjid Universitas Gunadarma

 

Stasiun Tebet

Kadang saya terpaksa menghentikan perjalanan, turun di Stasiun Tebet untuk mengejar salat di “Masjid Tebet.”  Tidak jauh, sekitar 100 meter. Ini masjid “tua.” Minggu lalu, saat saya salat di sana, kamar mandi masjid itu sedang direnovasi. Menurut saya, karpet masjid ini, terutama di lantai dasarnya sudah waktunya diganti karena terlihat sudah demikian lusuh. Beda dengan sejumlah masjid bertingkat, imam masjid di sini berada di lantai dua. Di lantai satu atau dasar ada terpampang TV di mana para jamaah bisa melihat imam di lantai dua.

Cara pasang iklan di Kereta Commuterline: Cara Pasang Iklan di Kereta Commuterline

 

Masjid Tebet

 

Stasiun Sudirman

Masjid terdekat Stasiun Sudirman, terletak di belakang deretan hotel Jalan Blora. Letaknya di perkampungan, masuk lewat sebuah gang yang hanya bisa dilewati sepeda motor.  Karena jamaahnya banyak,  terutama karyawan per kantoran di sekitar itu, maka gang itu, menjelang salat Jumat ditutupi karpet sebagai tempat salat.  Jangan khawatir soal wudhu karena ada kran di pinggir gang itu.

Sebenarnya ada tempat lain untuk salat Jumat di sekitar Stasiun Sudirman, yakni di dalam gedung perkantoran. Hanya untuk ke sana, kita mesti menyeberang, naik jembatan penyeberangan. Tidak efektif jika kita akan meneruskan perjalanan lagi dengan kereta. Karena itu, saya biasanya salat di masjid “kampung Blora, “ itu. Kalau pun dari sini akan naik busway, juga  tinggal jalan kaki sedikit ke halte busway.

Cara pasang menulis opini:Cara Menulis Opini yang Baik

Cara membuat Novel: Cara Menulis Novel yang Cepat dan Efektif

Biasanya pada masjid-masjid di atas itu saya salat Jumat. Saya selalu memilih di Masjid Tebet, karena jika turun di Stasiun Manggarai, untuk salat Jumat, masjid yang agak dekat adalah di Pasaraya atau di depan terminal Manggarai. Dari jarak, jika jalan kaki,  cukup jauh.  Jadi pilihannya, mending turun di Stasiun Tebet…. []

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s