Es krim Ragusa, Es Krim Ternikmat di Jakarta

Tak ada salahnya sekali-kali mencicipi es  krim legendaris ini: Ragusa. Tempatnya super gampang dijangkau. Naik kereta commuterline, turun di Stasiun Juanda dan jalan kali tak lebih sepuluh menit. Cafe es krim Ragusa terletak di Jalan Veteran 1 No. 10, jalan yang di tepinya berderet gedung-gedung tua yang dari sisi sejarah tak boleh dirombak, kecuali ada izin khusus.

Jalan Veteran 1

Es Ragusa memiliki rasa dan tekstur yang khas, yakni  sangat lembut.  Beberapa waktu lalu saya mengajak istri dan anak saya untuk singgah di gerai es krim ini. Ya, sembari  jalan-jalan dan supaya tahu bahwa di Jakarta ada es krim yang sangat terkenal, yang didirikan sejak zaman Belanda.

Cara menulis feature yang baik: Teknik menulis feature yang baik

Pendiri es krim ini adalah dua orang Italia, Luigi Ragisa dan Vincenzo Ragusa. Mereka  datang ke Batavia pada 1930 untuk belajr jahit  -entah kenapa belajar  menjahit sampai ke tempat yang demikian jauh, ya…Konon, saat belajar itulah mereka kenalan dengan salah seorang peserta jahit lain, Jo Giok Siaw (Yo Giok Siang).

Usai kursus jahit mereka kemudian kemudian ke Bandung dan bertemu seorang Belanda yang memiliki peternakan sapi di Lembang. Dari meneer itulah mereka dapat susu dan kemudian diolah menjadi es krim ala  Italia. Toko es krim mereka, pertama kalinya berdiri di Jalan Naripan, Bandung.  Jalan in  dulu namanya “Jalan Pos.”

BacaSemalam di Hotel Savoy Homann Bandung

Dari sini mereka kemudian membuka es krim Ragusa di daerah  Gambir, lalu pindah ke Jalan Citadelweg  yang sekarang bernama Jalan Veteran itu. Ragusa  terdiri lima bersaudara. Seorang di antaranya, Francesco Ragusa kemudian menikah dengan anak perempuan Yo Giok Siang, yakni, Liliana. Pada 1970 Ragusa bersaudara dan Liliana pindah ke Grottaglie, Italia dan menyerahkan bisnis Ragusa ke adik Liliana, Buntoro Kurniawan (Yp Boen Kong) dan istrinya Sias Mawarni (Lie Pit Yin) yang mengelolanya sampai sekarang.

Cafe Ragusa memang benar-benar hanya “menjual es krim Ragusa.” Tidak ada makanan berat, kecuali makanan ringan, kue dan kripik yang tampaknya itu “titipan tetangga.” Hargaya pun tak lebih dari 10 ribu rupiah. Konon susu untuk es krim Ragusa didatangkan dari Australia. Harga es krim  paling mahal Rp 35. 000. “Ini favorit pengunjung,” ujar seorang pelayan.

 

Makanan ringannya -camilan

Sebelum 1998, Ragusa memiliki 20 cabang di Jakarta. Tapi, ketika kerusuhan meletus pada 1998, cabang-cabang itu dibakar dan kini tersisa tiga, satu di antaranya di Duta Merlin.

Tak ada kemewahan di dalam toko es krim  Ragusa Veteran ini. Kursi dan mejanya sederhana. Tak ada wifi. Pelayannya pun tampil sederhana. Salah satunya bahkan sudah bekerja sejak lebih 30 tahun silam.

Pelayan paling lama yang kini tersisa

Kemewahan tempat ini adalah rasa dan sejarahnya, yang antara lain dari gambar-gambar dan foto-foto pendiringa yang tergantung di dinding. Ragusa adalah simbol ketekunan menjaga sebuah cita rasa yang telah menjadi sejarah.[]

Cara menulis opini: Cara menulis Opini yang baik

Cara menulis novel yang baik: 5 Langkah Jitu Cara Menulis Novel yang Baik

 

 

i

 

 

 

2 thoughts on “Es krim Ragusa, Es Krim Ternikmat di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s