Larangan Mudik Kapolri Jenderal Idham Azis yang Tepat

Oleh Lestantya R. Baskoro –

KEPALA Kepolisian RI Jenderal Idham Azis melakukan langkah tepat yang patut dipuji bahkan diikuti lembaga lain. Lewat Surat Telegram  Nomor: ST/1083/IV/KEP./2020 tertanggal 3 April 2020, Idham memerintahkan seluruh jajarannya, juga karyawan sipil, tidak mudik di Hari Raya pada 2020. Termasuk untuk tidak mudik adalah keluarga mereka. Larangan ini demi memutus rantai penyebaran penularan pandemi virus Corona atau Covid-19.

Di tengah pro kontra masyarakat tentang sikap  Pemerintah yang tak melarang mudik lebaran, Perintah  Kapolri ini menunjukkan bagaimana  Idham dengan tepat dan tegas melaksanakan  tanggung jawabnya  atas dua hal sekaligus: menjaga ketertiban masyarakat dan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pemerintah dalam mudik lebaran kali ini memang mengambil sikap “mengimbau warga tidak mudik lebaran.” Pemerintah memberi kompensasi –bantuan- untuk warga tak mudik. Pemerintah memiliki alasan untuk tidak mengeluarkan larangan mudik, yakni,  masyarakat bisa jadi akan tetap  mudik. Karena itu sikap pemerintah: mengimbau agar tidak pulang.

Kita memahami bagaimana sulitnya Pemerintah jika mengeluarkan larangan “tidak boleh mudik” ini. Tradisi mudik yang sudah berakar dan alasan ekonomi  akan menjadi pemicu utama masyarakat tetap nekad mudik. Kesadaran social distancing  masyarakat kita untuk menangkal penyebaran virus ini,  harus diakui,  relatif rendah. Tak hanya oleh mereka yang berpendidikan rendah,  juga terpelajar  -baik ilmu maupun agama.

Mesti tercipta sebuah sistem bahwa masyarakat desa sendirilah  yang peduli dan menjaga desa mereka dari warga mereka yang pulang kampung –khususnya dari Jakarta.

Padahal kita sangat mafhum satu-satunya cara paling efektif membasmi penularan  Covid-19 adalah melakukan social distancing, tinggal di rumah, dan menjaga kesehatan. Kontak fisik  -berdekatan-  dengan  siapa pun yang  tidak dikenal asal usul dan dari mana,  selalu berpotensi terinfeksi virus ini. Apalagi  Covid-19  ini baru memperlihatkan gejalanya setelah 14 hari  -jangka waktu yang jika seseorang berinteraksi mungkin dia telah menularkan lagi pada puluhan orang lainnnya.

Mudik atau  pulang kampung merupakan aktivitas yang sangat berpotensi menimbulkan masifnya penyebaran virus ini. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia untuk mengeluarkan fatwa “larangan mudik  lebaran.”  MUI belum mengeluarkan fatwa soal ini. Tapi, andai pun ada,  tak ada jaminan itu dipatuhi semua masyarakat.

Hal paling krusial jika terjadi penyebaran virus Corona di desa akibat mudik adalah masalah penanganan. Kita tak tahu sejauh  apa kesiapan Puskesmas, rumah sakit di daerah   -di seluruh Indonesia-  mengantisipasi hal ini. Sejauh apa mereka memiliki dan menyiapkan  tenaga medis serta peralatan medis mengantisipasi pasien terinfeksi Covid-19 jika jumlahnya melonjak.  Pemerintah Pusat  –yang tak melarang aktivitas mudik-  dan Pemerintah Daerah  harus mempersiapkan dan mengantisipasi hal ini: kesiapan rumah sakit dan dokter di daerah;  kesiapan ruang isolasi pasien; prosedur penanganan mereka yang dilaporkan terinfeksi Covid-19 di desa, dan seterusnya.

cara menulis opini: Cara Menulis Opini yang Baik

Pemerintah daerah, dengan berkoordinasi dengan  kecamatan,  kelurahan, desa, hingga RT harus segera menciptakan sistem deteksi dini dan pengatasan segera  jika terjadi hal-hal berkaitan dengan virus Corona. Mesti tercipta sebuah sistem bahwa masyarakat desa sendirilah  yang peduli dan menjaga desa mereka dari warga mereka yang pulang kampung –khususnya dari Jakarta.

Cara membuat novel: 5 Langkah Jitu Cara Membuat Novel

Cara menulis feature: Teknik Membuat Feature yang Baik

Tak mudah melakukan ini. Namun, inilah yang mesti diperbuat  jika kita ingin penyebaran virus Corona tak terjadi. Kesadaran bahwa stay at home, tidak pulang kampung  –mudik lebaran-   merupakan tindakan  paling tepat untuk ikut membasmi  virus Corona semestinya ada pada setiap orang. Namun, anda ini pun sulit untuk “disadarkan,” maka tindakan semacam  yang dilakukan Kapolri Jenderal Idham Azis yang melarang seluruh anggotanya mudik adalah tepat. Lembaga lain perlu mencontoh tindakan Jenderal Idham Azis. []

Artikel sudah pernah di muat di http://www.tagar.id.Larangan Mudik Kapolri Jenderal Idham Azis

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s