Wakil Tuhan

Patrialis Akbar tentu tidak akan menjadi pesakitan seandainya ia memahami dirinya “wakil Tuhan.”  Dan  kita melihat, melalui sejumlah kesaksian yang muncul di persidangan, bagaimana sebagai hakim –kedudukan yang mendapat  julukan “wakil Tuhan” itu –    ia  menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi, demi kenikmatan pribadi.     Tanpa predikat  “wakil Tuhan” pun,  posisi seorang hakim tidak  sama…

Opini L.R. Baskoro: HAKIM

HAKIM  tak sejajar dengan jaksa. Apalagi dengan pengacara, para lawyer.  Karena itu, posisinya istimewa di ruang sidang: tempat ia duduk lebih tinggi daripada tempat jaksa dan pengacara. Ia tak berada di kiri atau kanan, melainkan di tengah karena dia pengadil.  Dia tak memihak atau bersimpati kepada jaksa atau pengacara. Dia memilih kebenaran. Hakim adalah kaum…