Cara Membuat Novel yang Baik

SETIAP  orang bisa menulis novel. Cara menulis novel yang baik memerlukan sejumlah strategi yang bisa dipelajari. Cara menulis novel pemula –menulis novel bagi pemula- yang cepat dan mudah adalah dengan langkah sebagai berikut.

Paling pertama yakinlah bahwa tidak ada yang sulit untuk dipelajari. Demikian juga dalam menulis novel baik setebal sekitar  100 halaman atau lebih dari 200 halaman. Penulis novel terhebat siapa pun memulai langkahnya dengan tekad dan yakin ia bisa membuat novel. Ia bisa menulis novel yang baik. Cara menulis novel yang bagus atau cara membuat novel  sesuatu  yang bisa dipelajari. Pelan-pelan, seperti kita belajar naik sepeda. Mulanya “goyang-goyang,” kemudian, bahkan, kita bisa mengayuh sepeda dengan ngebut dan lepas tangan.

Novel berbeda dengan cerpen. Tidak hanya dalam ketebalan halaman atau panjang tulisan, tetapi juga drama yang diciptakan penulis. Dalam cerpen, “drama,”  bisa terjadi hanya sekali, tetapi dalam novel bisa berkali-kali. Dalam cerpen, tokoh yang ada  bisa hanya satu atau dua, tetapi dalam novel bisa banyak.

Kelihaian seorang novelis dalam membuat novel yang bagus adalah “menciptakan” tokoh-tokoh dengan karakter kuat –dan khas- yang akan menggiring dan membawa cerita kepada titik-titik drama yang diciptakan penulis . Karena itu, salah satu cara membuat novel yang bagus, cara menulis novel yang baik, adalah menciptakan tokoh-tokoh dalam novel, baik tokoh utama maupun tokoh kedua, ketiga, dan seterusnya, sebagai tokoh yang memiliki karakter kuat, karakter yang kemudian sangat diingat  pembaca.

Karakter itu macam-macam. Baik hati dan pemberani seperti tokoh Harry Potter, seorang pemuda yang cerdas dan pemberontak seperti tokoh Minke dalam  novel Bumi Manusia, atau seorang remaja yang pendiam, pintar, dan pemerharti seperti tokoh Ikal dalam Laskar Pelangi. Karena itu, sebelum memulai menulis novel, karakter tokoh-tokoh ini sudah “masuk dalam imaginasi.” Lebih detail lebih bagus.

 

Cara menulis novel yang bagus adalah mengecek setiap kata dan istilah yang meragukan ke sumber kompeten seperti, misalnya: kamus.

Misalnya, bagaimana bentuk dan tinggi tubuhnya, bagaimana warna suaranya, bagaimana cara jalannya, bagaimana kebiasaannya dan lain-lain. Dalam novel karakter ini bisa dimunculkan sehingga tulisan akan terasa hidup.  Ingat novel adalah sebuah cerita tulisan panjang. Karena itu, cara membuat novel yang baik atau cara menulis novel yang baik adalah  kuat dalam penggambaran detail-detail.

Walau novel berarti sebuah tulisan atau cerita panjang, jangan sekali-kali terpaku pada halaman yang harus dibuat. Pertama, tulislah saja apa yang ada dalam pikiran sesuai dengan alur dan  angle (sudut pendang) yang direncanakan. Jika pada akhirnya ternyata sangat paniang dan dinilai ada pengulangan-pengulangan tak perlu, baru dilakukan editing. Jadi, cara menulis novel yang baik, cara menulis novel pemula adalah jangan sekali-kali terpaku harus membuat novel setebal 200 halaman atau  300 halaman. Yang penting tulislah sesuai dengan angle yang sudah direncanakan.

Bagi yang pertama baru menulis novel, cara menulis novel pemula, sebaiknya bacalah novel-novel yang tidak tebal dulu. Novel yang tebalnya kurang dari 150 halaman.  Pelajari. Lihatlah bagaimana novelis itu menerapkan cara menulis novel pada karya novelnya. Lihat berapa bab dalam novel itu. Lihat bagaimana ia menyusun alinea-alineanya. Lihat bagaimana ia menciptakan alinea dan susunan bab-nya. Alinea yang baik adalah sebuah alinea yang terdiri dari lima baris. Sebuah alinea yang terdiri lebih dari delapan akan membuat mata capek untuk membaca. Tidak menarik.

Pada dasarnya cara membuat novel apa pun adalah sama. Baik itu cara membuat novel sejarah atau cara menulis novel sejarah,  cara membuat novel cinta atau cara menulis  novel percintaan, cara membuat novel anak-anak atau menulis novel anak-anak.

Inilah Tahap Cara Menulis Novel

  1. IDE

Paling utama untuk menulis sebuah novel adalah kita memiliki ide “novel tentang apa.” Pengertian “tentang apa” ini sangat luas. Misalnya, novel tentang anak-anak, tentang remaja, tentang petualangan, tentang persahabatan, tentang misteri, tentang percintaan, dan lain-lain.

Dengan memberi batasan “novel tentang apa” itu, kita sudah menetapkan segmentasi pembaca kita: berapa usianya, pelajar ata bukan, lelaki atau perempuan, karyawan atau mahasiswa, dan seterusnya.

Ide ini kemudian dikembangkan: novel ini bercerita tentang dan mengenai apa? Siapa saja tokoh-tokoh di dalamnya. Juga bagaimana alur cerita itu. Bagaimana konflik yang terjadi. Siapa saja yang terlibat. Di mana puncak drama novel ini. Misalnya, dalam drama percintaan apakah berakhir happy ending? Atau salah satu meninggal (sad ending), atau menggantung sehingga membuka kemungkinan akan ada novel lanjutannya. Ingat cara membuat novel yang baik, terutama cara membuat novel pemula, yang pertama:  jangan ide itu disimpan dalam kepala. Hanya diingat-ingat.

Karena itu, camkan: Ide harus ditulis.  Gagasan dan ide harus ditulis sehingga tidak lupa.

  1. Buat Alur Cerita atau Bab-Bab.

Langkah kedua cara membuat novel yang baik adalah dengan menguraikan ide yang kita miliki ke dalam bab-bab yang menjadi “panduan” –guide-  alur cerita  dan ikatan seluruh novel  untuk menuju puncak cerita. Berapa jumlah bab tergantung dari kepentingan cerita itu sendiri. Sejumlah penulis memilih menulis bab dalam novelnya tidak banyak, hanya 5 sampai 7 bab. Sejumlah penulis lain novelnya memiliki 15 bab. Tidak ada aturan. Tapi, cara menulis novel pemula, disarankan tak perlu banyak bab. Cukup tujuh bab untuk, misalnya, novel setebal 100 halaman. Sejumlah penulis menunjuk alur ini dengan istilah “plot-plot” cerita.

Cara membuat novel yang baik adalah menyusun bab-bab sedemikian rupa, sehingga pembaca bisa dengan enak dan nyaman mengikuti apa yang akan diutarakan penulis. Untuk penulis novel pemula, cara menulis novel pemula, bab-bab disusun linear saja. Untuk tingkat selanjutnya, bisa saja bab-bab itu disusun campur aduk: linear atau flash back.

Ingat, dalam bab-bab itu kita sudah deskripsikan, sudah kita tentukan angle: apa yang akan kita tulis. Apa yang akan kita tuangkan. Siapa tokoh yang ada dalam bab itu.  Bagaimana awal mula lead (pembuka) dan ending (penutup) bab itu.

  1. Tentukan Karakter Tokoh

Kala  terbit ide dan membuat bab-bab, sebenarnya kita sudah membayangkan karakter tokoh dan tokoh siapa saja yang ada dalam novel kita. Juga hubungan antartokoh itu, misalnya, sekadar teman, saudara, musuh, dan seterusnya. Kini karakter itu kita tulis, catat agar tidak lupa. Ada novelis yang karakter tokohnya direkam dalam ingatannya saja. Tapi, sesungguhnya lebih baik ditulis sebagai pengingat. Juga tentu saja nama-namanya, apalagi jika nama tokoh-tokoh dalam novel panjang. Perlu ditulis agat tidak lupa dan membingungkan.

  1. Meletakkan Drama

Tentukan di bab mana kita akan memasukkan drama –sebuah momen peristiwa dramatik dalam sebuah novel. Ini bisa muncul dalam sebuah bab tertentu, bisa juga pada lebih dari satu bab.

  1. Tentukan Bagaimana Ending Novel

Ini bagian terpenting. Pikirkan sematang-matangnya bagaimana mengakhiri novel ini sehingga meninggalkan kesan pada pembaca. Alinea-alinea menuju ending harus disusun dengan cermat, sehingga pembaca akan terus mengingat akhir cerita novel ini. Cermat juga meliputi pemakaian kata yang tepat dan bahasa yang mudah dicerna.

  1. Riset

Jangan malas untuk melakukan riset demi membuat novel kita berbobot. Cara membuat novel yang baik, penulis mesti kuat pula dalam soal riset. Misalnya, apa nama latin pohon ulin, di daerah mana ditemukan burung kakaktua, pulau apa saja yang sudah hilang dari peta bumi Indonesia, dan lain-lain. Jangan mengarang, harus riset.  Riset diperlukan demi akurasi novel kita.

MULAI MENULIS NOVEL

Jika semua langkah di atas sudah kita lakukan. Tiba saatnya menulis novel. Kapan menulis novel tidak ada acuannya. Bisa pagi, siang, dan malam. Yang penting disiplin. Tetapkan kapan menulis dan kapan novel itu selesai. Tetapkan kapan bab 1, bab 2, dan seterusnya selesai. Ingat cara menulis novel yang bagus memerlukan kedisiplinan.

Di fase ini kita juga menulis kata pengantar dan bisa memulai membuat desain cover.

Cara menulis novel yang bagus adalah mengecek setiap kata dan istilah yang meragukan ke sumber kompeten seperti, misalnya: kamus.

PEMERIKSAAN PERTAMA

Jika penulisan sudah sudah selesai, itu kita sebut draf pertama. Periksa kembali dan beri catatan apa saja yang kurang dalam bab-bab yang kita susun. Kemudian kita revisi lagi.

PEMERIKSAAN KEDUA

Pemeriksaan kedua tidak hanya meliputi isi, daftar isi, judul, tapi juga mengecek desain cover, baik cover depan dan belakang.

Jangan ragu meminta pendapat orang tentang judul novel. Judul yang BAIK adalah TIDAK PANJANG. Bisa satu kata, dua kata, atau maksimal tiga kata.

MEMBUAT DUMMY

Dummy adalah contoh dari wujud novel kita. Setelah didesain kita bisa mencetaknya satu atau dua buah untuk dibaca kembali. Periksa kembali kalimat dan kata-kata. Ingat, jangan sampai ada kata atau istilah yang keliru. Jika perlu minta orang lain membaca juga dan memberi catatan jika ada hal yang ganjil dalam novel kita atau kata yang salah. Ingatlah, cara membuat novel yang baik adalah tidak ada kesalahan dalam penulisan kata dan istilah. Cara menulis novel yang bagus adalah mengecek setiap kata dan istilah yang meragukan ke sumber kompeten seperti, misalnya: kamus.

TERBITKAN

Jika semua sudah oke. Saat novel kita dicetak, diterbitkan, dijual. Baik secara online atau dititipkan di toko buku.

Kini Anda, kita, sudah bisa disebut NOVELIS.

Pengalaman Saya Menulis Novel

Ide:

Ide saya adalah sebuah novel tentang persahabatan dan petualangan para remaja sebuah SMP katolik di Palangkaraya. Dalam novel itu ada cerita hantu paling menakutkan seantero Kalimantan, yakni hantu kuyang, ada kisah kenakalan dan kejahilan para remaja itu, cerita tentang kepala sekolah, seorang suster yang cantik tetapi memiliki kedisiplinan luar biasa, juga bagaimana kisah petualangan seru anak-anak itu di dalam sebuah hutan rahasia. Endingnya bagaimana seorang remaja yang dikenal bandel itu ternyata mampu memenangkan perlombaan renang se-Kalimantan Tengah dengan cara mengejutkan.

Penulis melakukan riset tentang jenis tumbuhan dan hewan di Kalimantan Tengah, riset sejarah pembangunan kota Palangkaraya, hingga riset kelebihan –kesaktian suku Dayak. Riset dilakukan dengan sumber tertulis maupun wawancara dengan sejumlah orang. Inilah cara menulis novel yang bagus. Jangan malas untuk melakukan riset. Jangan malu untuk bertanya kepada yang tahu mengenai hal-hal yang akan kita tulis dalam novel kita jika kita memang belum tahu. Inilah hal terpenting cara membuat novel yang baik.

Dikerjakan sekitar setengah tahun, pada awal 2019 novel berjudul “Rumah di Atas Kahayan” ini terbit dan mendapat sambutan dari banyak pihak, termasuk guru-guru baik di Kalimantan maupun Jakarta. Novel ini juga dijadikan bahan kajian skripsi sejumlah mahasiswa.

Artis Sophia Lacuba

Novel ini tidak dijual di toko buku. Bagi yang berminat silakan hubungi penulis, melalui tlp/WA 0813 1016 0271 atau email: lestantyabaskoro@gmail.com

Harga novel untuk  Jabodetabek Rp 60.000 (termasuk ongkir)

Untuk luar Pulau Jawa: Rp 70.000 (termasuk ongkir).

Tentu ada tandatangan dari penulis untuk pembelian novel ini.

INGIN BISA MENULIS OPINI/ARTIKEL DI MEDIA MASSA, BACA: Cara menulis opini yang baik

INGIN BISA MENULIS FEATURE YANG BAIK, KLIK: Cara membuat feature yang baik, cepat dan efektif

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s